
Balikpapan, 22 Oktober 2025 — Dalam rangka memperkuat peran pendidikan tinggi dalam pembangunan hukum dan kesadaran sosial, Fakultas Hukum Universitas Mulia Balikpapan menyelenggarakan serangkaian kegiatan monumental bertajuk “Penguatan Hak Asasi Manusia bagi Mahasiswa” yang dirangkai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur.


Kegiatan yang berlangsung di ballroom Universitas Mulia ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, pejabat Kemenkumham, Komnas HAM, dosen, mahasiswa, serta mitra institusi lainnya. Acara ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Hukum dalam mengintegrasikan nilai-nilai HAM ke dalam kurikulum, penelitian, dan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
Penandatanganan MoA: Sinergi Akademik dan Pemerintah
Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan MoA antara Fakultas Hukum Universitas Mulia dan Kantor Wilayah Kemenkumham Kaltim. Dokumen kerja sama ini mencakup kolaborasi dalam bidang pendidikan hukum, pelatihan HAM, penelitian kebijakan, serta program pengabdian masyarakat yang menyasar kelompok rentan dan anak yang berhadapan dengan hukum.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum, Budiarsih, S.H., M.Hum., Ph.D., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk menjadikan kampus sebagai pusat pembentukan karakter hukum yang humanis dan berdaya saing global.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami hukum sebagai teks, tetapi juga sebagai alat pembebasan dan perlindungan. Dengan dukungan Kemenkumham, kami akan memperluas ruang belajar mahasiswa ke ranah praktik dan advokasi sosial,” ujar Dekan.
Seminar dan Edukasi HAM: Mahasiswa sebagai Agen Perubahan


Selain penandatanganan MoA, kegiatan ini juga diisi dengan seminar nasional bertema “Mulai dengan Hak Asasi Manusia” yang menghadirkan narasumber dari Komnas HAM, akademisi, dan praktisi hukum. Para pembicara menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mendorong budaya hukum yang adil dan inklusif.

Sesi seminar berlangsung interaktif, dengan mahasiswa aktif berdiskusi mengenai isu-isu HAM kontemporer, seperti perlindungan anak, hak atas pendidikan, dan keadilan restoratif. Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi sivitas akademika untuk menilai kembali pendekatan hukum yang selama ini digunakan dalam pendidikan formal.
🗣️ Narasi Sambutan Resmi

Dr. Umi Laili, S.H., M.H. Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham RI Wilayah Kalimantan Timur
“Kami menyambut dengan penuh apresiasi dan semangat kolaboratif atas inisiatif Fakultas Hukum Universitas Mulia Balikpapan dalam menjalin kerja sama strategis dengan Kantor Wilayah Kemenkumham Kalimantan Timur. Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata komitmen bersama dalam membangun kesadaran hukum dan nilai-nilai Hak Asasi Manusia di lingkungan akademik.
Perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai katalisator perubahan sosial. Mahasiswa adalah generasi penerus yang harus dibekali tidak hanya dengan pengetahuan hukum, tetapi juga dengan kepekaan terhadap isu-isu kemanusiaan. Melalui kerja sama ini, kami berharap lahir program-program edukatif, penelitian yang berdampak, dan pengabdian masyarakat yang menyentuh langsung kebutuhan kelompok rentan, khususnya anak-anak yang berhadapan dengan hukum.
Kemenkumham Kalimantan Timur siap mendukung penuh pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi yang berpihak pada nilai keadilan, inklusivitas, dan kemanusiaan. Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal dari gerakan bersama untuk memperkuat budaya hukum yang beradab dan berkeadilan di Kalimantan Timur dan Indonesia secara luas.”
🗣️ Sambutan Rektor Universitas Mulia

Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. Rektor Universitas Mulia Balikpapan
“Hari ini kita menyaksikan sebuah langkah penting dalam perjalanan Universitas Mulia sebagai kampus technopreneur yang tidak hanya unggul dalam bidang teknologi, tetapi juga berkomitmen kuat terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.
Penandatanganan Memorandum of Agreement antara Fakultas Hukum Universitas Mulia dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur merupakan wujud nyata dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kami percaya bahwa pendidikan hukum harus bersentuhan dengan realitas sosial, dan kerja sama ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar, meneliti, dan mengabdi secara kontekstual dan bermakna.
Saya mengapresiasi semangat kolaboratif yang ditunjukkan oleh seluruh pihak, khususnya Kemenkumham Kaltim, yang telah membuka pintu kemitraan strategis demi penguatan kapasitas akademik dan advokasi HAM.
Universitas Mulia akan terus mendorong lahirnya generasi hukum yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral dan sosial. Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal dari gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan beradab.”
Penghargaan dan Apresiasi: Simbol Dedikasi

Dalam salah satu sesi, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur memberikan penghargaan kepada Universitas Mulia Balikpapan sebagai mitra strategis yang berkontribusi aktif dalam penguatan pendidikan hukum dan Hak Asasi Manusia. Momen penyerahan penghargaan berlangsung khidmat dan menjadi simbol dedikasi bersama dalam membangun ekosistem hukum yang berpihak pada kemanusiaan.
Penutup: Menuju Fakultas Hukum yang Visioner
Rangkaian kegiatan ini menegaskan posisi Fakultas Hukum Universitas Mulia sebagai institusi yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada transformasi sosial. Dengan visi menjadi program studi hukum berbasis technopreneurship dan berdaya saing global pada tahun 2043, fakultas ini terus membuka ruang kolaborasi dan inovasi dalam pendidikan hukum.

“Kami tidak hanya membangun fakultas, tetapi juga masa depan hukum yang lebih adil dan manusiawi,” tutup Dekan dalam pidato penutupnya.
