Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Fakultas Hukum Universitas Mulia. Melalui program pendanaan bergengsi Hibah BIMA dan Hiliriset tahun 2026, salah satu sivitas akademik terbaiknya berhasil meraih kepercayaan untuk mengembangkan penelitian yang berfokus pada isu sosial yang sangat relevan di masyarakat.
Adalah Shafyra Amalia Fitriany, S.Sosio., M.HP, yang menjadi penerima pendanaan tersebut. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Fakultas Hukum Universitas Mulia dalam memperkuat kontribusi akademik terhadap pembangunan sosial dan hukum di Indonesia.
Penelitian yang diusung oleh Shafyra mengangkat tema “Peran Perjanjian Pranikah Dayak Ngaju dalam Mencegah Kemiskinan Perempuan Pasca-Perceraian.” Topik ini dinilai memiliki nilai strategis karena menggabungkan perspektif hukum, budaya lokal, dan isu kesetaraan gender. Dalam konteks masyarakat adat Dayak Ngaju, perjanjian pranikah tidak hanya berfungsi sebagai kesepakatan hukum formal, tetapi juga sebagai instrumen perlindungan terhadap hak-hak perempuan.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu kemiskinan perempuan pasca-perceraian menjadi perhatian serius, terutama di wilayah yang masih kuat dengan sistem adat. Banyak perempuan yang menghadapi kerentanan ekonomi akibat minimnya perlindungan hukum dan akses terhadap sumber daya. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan mampu memberikan solusi berbasis kearifan lokal yang dapat diintegrasikan dengan sistem hukum nasional.
Pihak Fakultas Hukum Universitas Mulia menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas capaian ini. Mereka menilai bahwa keberhasilan memperoleh hibah BIMA dan Hiliriset merupakan indikator meningkatnya kualitas penelitian dosen serta relevansi kajian yang dihasilkan dengan kebutuhan masyarakat.
“Ini merupakan langkah penting dalam mendorong penelitian yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar salah satu perwakilan fakultas. Ia juga menambahkan bahwa penelitian seperti ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan regulasi yang lebih inklusif dan berpihak pada kelompok rentan.
Program Hibah BIMA dan Hiliriset sendiri dikenal sebagai salah satu skema pendanaan kompetitif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas riset di Indonesia sekaligus mendorong hilirisasi hasil penelitian agar dapat diterapkan secara nyata. Dengan lolosnya proposal ini, Shafyra diharapkan mampu menghasilkan luaran penelitian yang tidak hanya berupa publikasi ilmiah, tetapi juga rekomendasi kebijakan atau model implementasi di lapangan.
Ke depan, penelitian ini juga membuka peluang kolaborasi lintas disiplin dan lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah, lembaga adat, serta organisasi masyarakat sipil. Hal ini penting untuk memastikan bahwa hasil penelitian dapat benar-benar diimplementasikan dan memberikan dampak nyata.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan akademisi lainnya di lingkungan Universitas Mulia untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Dengan semangat kolaborasi dan dedikasi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, Fakultas Hukum Universitas Mulia optimis dapat terus berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif di masyarakat.
Prestasi ini menegaskan bahwa riset berbasis budaya lokal memiliki potensi besar untuk menjawab tantangan global, terutama dalam isu keadilan sosial dan perlindungan hak perempuan. Melalui penelitian ini, diharapkan semakin banyak perhatian yang diberikan terhadap pentingnya integrasi antara hukum adat dan hukum nasional dalam menciptakan sistem yang lebih adil dan berkelanjutan.
