
Balikpapan, 10 Oktober 2025 — Dalam rangka memperkuat sinergi antara dunia akademik dan institusi pemasyarakatan, Fakultas Hukum Universitas Mulia Balikpapan melaksanakan audiensi resmi dengan jajaran pimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Balikpapan. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif strategis untuk menjalin kerja sama kelembagaan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang akan mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Audiensi yang berlangsung di ruang pertemuan Lapas Balikpapan dihadiri oleh Dekan Fakultas Hukum, Kepala Laboratorium Peradilan Semu, serta perwakilan dari Unit Kerja Sama Universitas Mulia. Dari pihak Lapas, hadir Kalapas beserta jajaran struktural yang menyambut hangat kunjungan tersebut. Suasana pertemuan berlangsung penuh semangat dan konstruktif, dengan pembahasan yang mengarah pada rencana implementasi program bersama.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang nyata antara akademisi dan praktisi pemasyarakatan. “Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual bagi mahasiswa, sekaligus berkontribusi dalam kegiatan pembinaan hukum di lingkungan Lapas,” ujarnya.

Dalam semangat kolaborasi dan pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Hukum Universitas Mulia Balikpapan menggelar audiensi bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Balikpapan. Kegiatan ini berlangsung di area kerja Lapas yang disulap menjadi ruang interaksi produktif antara akademisi dan warga binaan.
Suasana audiensi tampak hangat dan penuh semangat. Para peserta, baik dari pihak kampus maupun Lapas, terlibat langsung dalam kegiatan pelatihan pembuatan batako sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan kerja. Di bawah naungan tenda kerja, barisan batako hasil cetakan warga binaan berjajar rapi, menjadi simbol nyata dari semangat rehabilitasi dan pemberdayaan.
Spanduk bertuliskan “Utamakan Sholat dan Keselamatan Kerja” terpampang jelas di lokasi, menegaskan nilai spiritual dan keselamatan sebagai fondasi kegiatan. Audiensi ini menjadi langkah awal menuju penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Mulia dan Lapas Balikpapan, yang bertujuan memperluas akses pendidikan hukum, pelatihan keterampilan, serta pendampingan hukum bagi warga binaan.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Mulia menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata dari tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam proses rehabilitasi sosial,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari sinergi berkelanjutan antara dunia akademik dan institusi pemasyarakatan, demi menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya.

Fakultas Hukum Universitas Mulia Balikpapan kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan institusi pemasyarakatan. Dalam rangkaian audiensi bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Balikpapan, tim dari Fakultas Hukum melakukan kunjungan langsung ke area pembinaan warga binaan.
Kegiatan berlangsung di ruang terbuka yang telah ditata sebagai taman pembinaan, di mana sejumlah warga binaan aktif merawat tanaman hias dan bibit produktif. Para dosen dan perwakilan kampus tampak berdiskusi hangat dengan petugas Lapas, sambil meninjau langsung hasil pembinaan berupa deretan pot tanaman yang tertata rapi. Salah satu peserta audiensi terlihat memberikan penjelasan mengenai teknik perawatan tanaman, menandakan adanya transfer pengetahuan yang berlangsung secara aktif.
Kaos bertuliskan “Kasih Kemanusiaan” yang dikenakan oleh beberapa peserta menjadi simbol semangat kemitraan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, rehabilitasi, dan pemberdayaan. Audiensi ini menjadi bagian dari langkah strategis menuju penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Mulia dan Lapas Balikpapan, yang akan mencakup program edukasi hukum, pelatihan keterampilan, dan pendampingan sosial bagi warga binaan.
Dekan Fakultas Hukum menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kunjungan, melainkan bentuk nyata dari pengabdian kepada masyarakat. “Kami ingin hadir sebagai mitra yang membawa harapan dan perubahan, melalui pendekatan edukatif dan humanis,” ujarnya.
Dengan semangat kolaboratif, Universitas Mulia dan Lapas Balikpapan berharap kerja sama ini dapat menjadi model pembinaan yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat.
Beberapa poin kerja sama yang dibahas meliputi:
- Program Kuliah Lapangan dan Observasi Hukum bagi mahasiswa Fakultas Hukum.
- Kegiatan Peradilan Semu yang melibatkan warga binaan sebagai bagian dari simulasi pembelajaran.
- Penyuluhan Hukum dan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan secara berkala oleh dosen dan mahasiswa.
- Penelitian Bersama terkait sistem pemasyarakatan, hak-hak warga binaan, dan efektivitas pembinaan hukum.
Kepala Lapas Balikpapan menyambut baik rencana kerja sama ini dan menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kolaborasi yang bersifat edukatif dan konstruktif. “Kami percaya bahwa keterlibatan perguruan tinggi akan memberikan nilai tambah dalam proses pembinaan dan edukasi hukum di Lapas,” ungkapnya.
Audiensi ini ditutup dengan kesepakatan untuk segera menyusun draft MoU dan membentuk tim teknis dari kedua belah pihak guna merancang agenda kegiatan yang terstruktur dan berkelanjutan. Dokumentasi kegiatan dilakukan secara formal, menandai komitmen bersama dalam membangun kemitraan yang berdampak positif bagi dunia pendidikan dan sistem pemasyarakatan.
