web analytics

Fakultas Hukum Universitas Mulia

Universitas Mulia Gelar Diskusi Publik: Komunitas Akademik dan Peradaban HAM untuk Indonesia Maju

Balikpapan, 17 Desember 2025 — Dalam semangat memperkuat peran akademisi dalam pembangunan peradaban hak asasi manusia (HAM) di Indonesia, Universitas Mulia Balikpapan menyelenggarakan sebuah Diskusi Publik bertajuk “Komunitas Akademik dan Peradaban HAM untuk Indonesia Maju”. Acara ini berlangsung di Ballroom Cheng Ho, kampus utama Universitas Mulia, dan dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, serta pemerhati HAM dan pendidikan.

🔍 Menggali Peran Akademisi dalam Mendorong Peradaban HAM

Diskusi ini menjadi wadah strategis bagi sivitas akademika untuk membahas kontribusi nyata dunia pendidikan tinggi dalam membentuk masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai HAM. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si, selaku Rektor Universitas Mulia, menegaskan bahwa kampus bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan.

“Universitas harus menjadi benteng moral dan intelektual yang mampu mendorong transformasi sosial berbasis keadilan dan hak asasi,” ujar Prof. Ahsin di hadapan peserta.

🎙️ Narasumber Terkemuka Hadirkan Perspektif Multidisipliner

Acara ini menghadirkan empat narasumber utama yang memiliki rekam jejak kuat dalam bidang hukum, HAM, dan pendidikan:

  • Budiarsih, S.H., M.Hum., Ph.D – Dekan Fakultas Hukum Universitas Mulia, yang membahas peran kurikulum hukum dalam membentuk kesadaran HAM sejak dini.
  • Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si. – Rektor Universitas Mulia, yang menyoroti pentingnya integrasi nilai HAM dalam visi pendidikan tinggi.
  • Romanus Ndau, S.Fil., M.Si. – Perwakilan Dewan HAM, Penggiat HAM dan Demokrasi.
  • Thomas H. Suwarta, S.S., M.Si.(Han) – Staf Khusus Mentri HAM Bidang Transformasi  Digital & Komunikasi Media.

Diskusi berlangsung interaktif, dengan sesi tanya jawab yang membuka ruang dialog antara peserta dan narasumber. Mahasiswa dari berbagai program studi turut aktif menyampaikan pandangan kritis dan pertanyaan seputar isu HAM kontemporer, termasuk kebebasan berekspresi, perlindungan kelompok rentan, dan peran teknologi dalam advokasi HAM.

🧠 Kampus Sebagai Katalisator Perubahan Sosial

 

 

Dalam pemaparannya, Dekan Fakultas Hukum menekankan bahwa Fakultas Hukum Universitas Mulia telah mengintegrasikan pendekatan HAM dalam berbagai mata kuliah dan kegiatan kemahasiswaan. Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial.

“HAM bukan sekadar teori, tetapi harus menjadi laku hidup yang dibentuk sejak di bangku kuliah,” tegasnya.

🤝 Kolaborasi dan Komitmen untuk Indonesia Maju

Diskusi ini juga menghasilkan komitmen bersama antara Universitas Mulia dan Komnas HAM Provinsi Kalimantan Timur untuk memperluas kerja sama dalam bentuk seminar, penelitian, dan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada edukasi HAM. Hal ini sejalan dengan visi Universitas Mulia sebagai kampus technopreneur yang tidak hanya unggul dalam teknologi, tetapi juga dalam nilai kemanusiaan.

📸 Suasana Acara: Antusiasme dan Semangat Kolaboratif

 

Ballroom Cheng Ho dipenuhi oleh peserta yang antusias, dengan suasana yang tertib dan penuh semangat. Layar digital besar menampilkan profil narasumber, sementara seorang pembicara berdiri di podium menyampaikan materi dengan penuh semangat. Beberapa peserta mengenakan atribut khas program studi mereka, termasuk kaos bertuliskan “INFORMATION TECHNOLOGY #PUREBLOODCOMPUTERSCIENTIST”, menandakan keberagaman latar belakang peserta yang hadir.